A.
DEFINISI AMI
Infark
Miokard adalah rusaknya jaringan jantung akibat supllai darah yang tidak
adekuat sehingga aliran darah ke koroner berkurang. (Brunner & Sudarth,
2002).
Infark miokardium disebabkan oleh penurunan aliran
darah melalui satu atau lebih arteri koroner, menyebabkan iskemik miokard dan
nekrosis. (Doengus, 2005)
Akut Miokard Infark (MIA) adalah suatu keadaan dimana terjadi kerusakan atau kematian otot jantung yang
disebabkan oleh karena berkurangnya
atau terhambatnya aliran darah koroner secara tiba- tiba sehingga kebutuhan oksigen meningkat tanpa
disertai perfusi arteri koroner
yang cukup.
Berkurangnya aliran darah di koroner disebabkan karena adanya sumbatan pada
arteri koroner. Sumbatan
akut terjadi oleh karena adanya aterosklerotik pada dinding arteri koroner
sehingga menyumbat aliran darah ke jaringan otot
jantung.
B.
ETIOLOGI
Akut miokard infark (AMI) biasanya terjadi jika suatu sumbatan pada arteri koroner menyebabkan terbatasnya atau terputusnya aliran darah ke suatu bagian dari jantung. Jika terputusnya atau berkurangnya aliran darah ini berlangsung lebih dari beberapa menit, maka jaringan jantung akan mati.
Kemampuan memompa jantung setelah suatu serangan
jantung secara langsung berhubungan
dengan luas dan lokasi kerusakan
jaringan (infark). Jika lebih dari separuh jaringan jantung mengalami
kerusakan, biasanya jantung tidak dapat berfungsi dan kemungkinan terjadi
kematian. Bahkan walaupun kerusakannya tidak luas, jantung tidak mampu memompa
dengan baik, sehingga terjadi gagal jantung atau syok.
Jantung yang mengalami kerusakan bisa membesar,
dan sebagian merupakan usaha jantung
untuk mengkompensasi kemampuan memompanya yang menurun (karena jantung yang
lebih besar akan berdenyut lebih kuat).
Jantung yang membesar juga merupakan gambaran
dari kerusakan otot jantungnya sendiri. Pembesaran jantung setelah suatu
serangan jantung memberikan prognosis yang lebih buruk.
C.
ANATOMI JANTUNG
Jantung adalah sebuah
pompa yang terdiri dari jantung bagian kanan yang terbentuk dari dua
ruangan, atrium dekstra dan ventrikel dekstra, serta bagian kiri yang terbentuk
juga oleh dua ruangan, atrium sinistra dan ventrikel sinister.
![]() |
Atrium dekstra menerima darah yang
kurang oksigen dari :
1)
Kedua vena kava superior dan
inferior, yang membawa darah dari berbagai bagian tubuh
2)
Sinus koronarius yang berasal
dari berbagai bagian jantung sendiri
Atrium
dekstra membawa darah ke arah ventrikel dekstra yang selanjutnya memompa darah
ke luar jantung melalui trunchus pulmonalis, dan selanjutnya melalui kedua
arteria pulmonalis dekstra dan sinistra ke pulmo, yaitu tempat terjadinya
oksigenasi darah tersebut.
Darah yang
telah teroksigenasi ini di bawah kembali ke jantung melalui empat vena
pulmonalis ke dalam atrium sinistra selanjutnya ke ventrikel sinistra yang akan
memompa darah tersebut ke luar jantung melalui aorta untuk didistribusikan ke seluruh
bagian tubuh.
Di dalam
jantung terdapat dua jenis katup yaitu :
·
Katup atrioventrikularis (AV)
Terletak di antara atrium dan ventrikel terdiri dari katup trikuspidal di
sisi kanan antara atrium dan ventrikel dekstra yang mempunyai tiga lembar
katup, dan katup bikuspidal atau mitral di sisi kiri antara atrium dan
ventrikel sinistra yang mempunyai dua lembar katup.
·
Katup semilunaris
Terletak di antara ventrikel sinistra dengan aorta dan antara ventrikel
dekstra dengan trunchus pulmonalis, terdiri atas dua lembar katup berbentuk
seperti mangkok yang membuka ke dalam aorta dan trunchus pulmonalis.
Jantung terutama otot-ototnya membutuhkan banyak darah yang mengandung
oksigen karena fungsinya yaitu memompa terus menerus seumur hidup manusia.
Pasokan darah jantung berasal dari dua buah cabang pertama aorta ascenden yaitu
arteria koronaria sinistra dan arteria koronaria dekstra. Kedua arteria ini
mengelilingi jantung, memasuki, dan memasok nutrisi dan oksigen untuk
miokardiak
D. PATOFISIOLOGI

E.
MANIFESTASI KLINIS
Kejadian AMI sering didahului oleh faktor pencetus yang utama adalah
kegiatan fisik yang berat dan stress emosi.
1.
Rasa nyeri
Nyeri bervariasi intensitasnya, kebanyakan nyeri hebat lamanya 30 menit
sampai beberapa jam, sifatnya seperti ditusuk-tusuk, ditekan, tertindik,
dipaku, dibor, dibakar, lokasi nyeri biasanya pada regio sternal dapat menjalar
pada kedua sisi dada, bahu, leher, rahang, dagu, pinggang dan lengan kiri
2.
Mual dan muntah
Diakibatkan karena nyeri hebat dan reflek vasosegal yang disalurkan dari
area
kerusakan miokard ke traktus gastro intestinal.
3.
Keletihan Rasa cemas,
gelisah dan kadang marah
4.
Respon psikologis sebagai
akibat serangan jantung yang menyiksa dan ketakutan akan mati serta pengalaman
syok dan nyeri sebelumnya
5.
Panas-demam Kadang didapatkan pada pasien AMI sebagai respon peradangan Oliguri
6.
Jumlah produksi urin kurang
dari 30-40 ml/jam, akibat hipoksia sel neuron oleh karena peprfusi jaringan
yang tidak adekuat yang disebabkan oleh hipotensi dan penurunan COP.
F.
KOMPLIKASI
1.
Aritmia
2.
Bradikardia sinus
3.
Irama nodal
4.
Gangguan hantaran atrioventrikular
5.
Gangguan hantaran intraventrikel
6.
Asistolik
7.
Takikardia sinus
8.
Kontraksi atrium premature
9.
Takikardia supraventrikel
10. Flutter atrium
11. Fibrilasi atrium
12. Takikardia atrium
multifocal
13. Kontraksi prematur
ventrikel
14. Takikardia ventrikel
15. Takikardia
idioventrikel
16. Flutter dan
Fibrilasi ventrikel
17. Renjatan kardiogenik
18. Tromboembolisme
19. Perikarditis
20. Aneurisme ventrikel
21. Regurgitasi mitral
akut
22. Ruptur jantung dan
septum
G.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1.
EKG
Pemeriksaan digunakan untuk mencatat aktivitas elektrik jantung. Melalui
aktivitas elektrik jantung dapat di ketahui irama jantung, besarnya jantung dan
kondisi otot jantung, kondisi otot jantung ini lah yg memiliki dengan kaitannya
dgn PJK.
2.
TES treadmil
atau exercise stress testing (uji latih jantung dengan beban)
Yaitu digunakan untuk mengetes apakah seseorang menderita penykit jantung
dan menstratifikasi berat ringannya penyakit jantung.
3.
Echocardiografi
Prosedur yg menggunakan gelombang suara ultra untuk mengamati struktur
jantung dan pembuluh darah juga dapat menilai fungsi jantung.
4.
Angiografi
korener
Merupakan cara menggunakan sinar X dan kontras yg di sentuhkan ke dalam
arteri koroner melalui kateter untuk melihat adalah penyempitan di arteri
koroner.
H. PENATALAKSANAAN AMI
1. istirahat total.
2. diet makanan lunak atau saring serta rendah garam.
3. pasang infus dekstrosa 5% untuk persiapan pemberian obat IV
4.pemberian RJP bila dalam keadaan gagal jantung.
I. DEFINISI
GAGAL JANTUNG
Yaitu kondisi abnormal yang melibatkan kerusakan pemompaan
jantung (Lewis, dkk, 2004). Dikarakteristikkan dengan disfungsi ventrikel, penurunan toleransi
terhadap aktivitas,penurunan kualitas hidup dan penurunan usia harapan hidup.
Kegagalan jantung dalam
memompakan darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh
Sindroma klinis kompleks
yang di manifestasikan oleh nafas pendek, kelemahan dan fungsi jantung abnormal
(Woods, dkk, 2000)
J. ETIOLOGI
Menurut Hudak dan Gallo (2000) penyebab
kegagalan jantung yaitu:
1. Disritmia, seperti: brakikardi,
takikardi dan kontraksi premature yang sering dapat menurunkan curah jantung.
2. Malfungsi katub dapat menimbulkan kegagalan
pompa baik oleh kelebihan beban tekanan (obstruksi pada pengaliran keluar dari
pompa ruang, seperti stenosis katub aortik atau stenosis pulmonal), atau dengan
kelebihan beban volume yang menunjukkan peningkatan volume darah ke ventrikel
kiri.
3. Abnormalitas Otot Jantung: Menyebabkan
kegagalan ventrikel meliputi infark miokard, aneurisma ventrikel, fibrosis
miokard luas (biasanya dari aterosklerosis koroner jantung atau hipertensi
lama), fibrosis endokardium, penyakit miokard primer (kardiomiopati), atau
hipertrofi luas karena hipertensi pulmonal, stenosis aorta atau hipertensi
sistemik.
4. Ruptur Miokard: terjadi sebagai awitan
dramatik dan sering membahayakan kegagalan pompa dan dihubungkan dengan
mortalitas tinggi. Ini biasa terjadi selama 8 hari pertama setelah infark.
Menurut Smeltzer (2002) penyebab gagal
jantung kongestif yaitu:
a. Kelainan otot jantung
b. Aterosklerosis koroner
c. Hipertensi sistemik atau pulmonal
(peningkatan afterload)
d. Peradangan dan penyakit miokardium
degeneratif
e. Penyakit jantung lain
K.
ANATOMI JANTUNG
Jantung adalah
sebuah pompa yang terdiri dari
jantung bagian kanan yang terbentuk dari dua ruangan, atrium dekstra dan
ventrikel dekstra, serta bagian kiri yang terbentuk juga oleh dua ruangan,
atrium sinistra dan ventrikel sinister.
Atrium dekstra menerima darah yang
kurang oksigen dari :
3)
Kedua vena kava superior dan
inferior, yang membawa darah dari berbagai bagian tubuh
4)
Sinus koronarius yang berasal
dari berbagai bagian jantung sendiri
Atrium dekstra membawa darah ke arah ventrikel dekstra yang selanjutnya
memompa darah ke luar jantung melalui trunchus pulmonalis, dan selanjutnya
melalui kedua arteria pulmonalis dekstra dan sinistra ke pulmo, yaitu tempat
terjadinya oksigenasi darah tersebut.
Darah yang telah teroksigenasi ini di bawah kembali ke jantung melalui
empat vena pulmonalis ke dalam atrium sinistra selanjutnya ke ventrikel
sinistra yang akan memompa darah tersebut ke luar jantung melalui aorta untuk
didistribusikan ke seluruh bagian tubuh.
Di dalam
jantung terdapat dua jenis katup yaitu :
·
Katup atrioventrikularis (AV)
Terletak di antara atrium dan ventrikel terdiri dari katup trikuspidal di
sisi kanan antara atrium dan ventrikel dekstra yang mempunyai tiga lembar
katup, dan katup bikuspidal atau mitral di sisi kiri antara atrium dan
ventrikel sinistra yang mempunyai dua lembar katup.
·
Katup semilunaris
Terletak di antara ventrikel sinistra dengan aorta dan antara ventrikel
dekstra dengan trunchus pulmonalis, terdiri atas dua lembar katup berbentuk
seperti mangkok yang membuka ke dalam aorta dan trunchus pulmonalis.
Jantung
terutama otot-ototnya membutuhkan banyak darah yang mengandung oksigen karena
fungsinya yaitu memompa terus menerus seumur hidup manusia. Pasokan darah
jantung berasal dari dua buah cabang pertama aorta ascenden yaitu arteria
koronaria sinistra dan arteria koronaria dekstra. Kedua arteria ini
mengelilingi jantung, memasuki, dan memasok nutrisi dan oksigen untuk miokardiak
L.
PATOFISIOLOGI

M.
MANIFESTASI
KLINIS
Menurut
Hudak dan Gallo (2000), Gejala yang muncul sesuai dengan gejala gagal
jantung kiri diikuti gagal jantung kanan dan terjadinya di dada karena
peningkatan kebutuhan oksigen. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tanda – tanda
gejala gagal jantung kongestif biasanya terdapat bunyi derap dan bising akibat
regurgitasi mitral.
a. Gagal
Jantung Kiri
1.
Gelisah dan cemas
2.
Kongesti vaskuler pulmonal
3.
Edema
4.
Penurunan curah jantung\
5.
Disritmia
6.
. Bunyi nafas mengi
7.
. Pulsus alternans
8.
Pernafasan cheyne-stokes
9.
Batuk
10. Mudah lelah
b.
Gagal Jantung Kanan
1. Peningkatan JVP
2. Edema
3. Curah
jantung rendah
4.
Disritmia
5. S3 dan
S4
6.
Hiperresonan pada perkusi
7. Pitting
edema
8.
Hepatomegali
9.
Anoreksia
10. Nokturia
11. Kelemahan
N. KOMPLIKASI
1. Efusi pleura: karena peningkatan tekanan kapiler pleura
2. Arritmia: pembesaran ruang jantung menyebabkan
gangguan jalur elektrik normal
3. Trombus ventrikel kiri: pembesaran ventrikel kiri dan
penurunan curah jantung meningkatkan kemungkinan pembentukan trombus
4. Hepatomegali: pada gagal ventrikel kanan, kongesti
vena merusak sel hepar, terjadi fibrosis dan sirhosis hepar
O. PEMERIKSAAN
DIAGNOSTIK
Menurut Doenges (2000) pemeriksaan
penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa CHF yaitu:
1.
Elektro kardiogram (EKG)
Hipertrofi
atrial atau ventrikuler, penyimpangan aksis, iskemia, disritmia, takikardi,
fibrilasi atrial
2.
Scan jantung
Tindakan penyuntikan fraksi dan
memperkirakan pergerakan dinding.
3.
Sonogram (echocardiogram,
echokardiogram
doppler) Dapat menunjukkan dimensi pembesaran bilik, perubahan dalam
fungsi/struktur katub
P. PENATALAKSANAAN
Menurut Mansjoer (2001) prinsip
penatalaksanaan CHF adalah:
1. Tirah
baring
Tirah
baring mengurangi kerja jantung, meningkatkan tenaga cadangan jantung dan
menurunkan tekanan darah.
2. Diet
Pengaturan
diet membuat kerja dan ketegangan otot jantung minimal. Selain itu pembatasan
natrium ditujukan untuk mencegah, mengatur dan mengurangi edema
3. Oksigen
Pemenuhan
oksigen akan mengurangi demand miokard dan membantu memenuhi oksigen tubuh
4. Terapi
Diuretik
Diuretik
memiliki efek anti hipertensi dengan menigkatkan pelepasan air dan garam
natrium sehingga menyebabkan penurunan volume cairan dan merendahkan tekanan
darah.
5. Digitalis
Digitalis memperlambat frekuensi ventrikel
dan meningkatkan kekuatan kontraksi peningkatan efisiensi jantung. Saat curah
jantung meningkat, volume cairan lebih besar dikirim ke ginjal untuk filtrasi,
eksresi dan volume intravaskuler menurun.
6. Inotropik Positif
Dobutamin
meningkatkan kekuatan kontraksi jantung (efek inotropik positif) dan
meningkatkan denyut jantung (efek kronotropik positif)
7. Sedatif
Pemberian sedative bertujuan
mengistirahatkan dan memberi relaksasi pada klien.
8. Pembatasan
Aktivitas Fisik danIstirahat
Pembatasan
aktivitas fisik dan istirahat yang ketat merupakan tindakan penanganan gagal
jantung.
ASUHAN
KEPERAWATAN AMI DAN GAGAL JANTUNG
ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWATA DARURATAN
GAGAL JANTUNG DAN AMI
1. PENGKAJIAN
AMI
a. Airways
·
Sumbatan atau penumpukan
secret
·
Wheezing atau krekles
b.
Breathing
·
Penggunaan otot bantu nafas
c. Circulation
·
Nadi lemah,tidak
teratur
·
Tachycardia
·
TD meningkat/ menurun
·
Edema
·
Gelisah
·
Akral dingin
·
Kulit pucat,sianosis
·
Output urine menurun
PENGKAJIAN GAGAL JANTUNG
a. Airway:
penilaian akan kepatenan jalan nafas, meliputi pemeriksaan mengenai adanya
obstruksi jalan nafas, dan adanya benda asing.
b. Breathing:
frekuensi nafas, apakah ada penggunaan otot bantu pernafasan, retraksidinding
dada, dan adanya sesak nafas. Palpasi pengembangan paru, auskultasi suara
nafas, kaji adanya suara napas tambahan seperti ronchi, wheezing, dan kaji
adanya trauma pada dada.
c. Circulation:
dilakukan pengkajian tentang volume darah dan cardiac output serta adanya
perdarahan. Pengkajian juga meliputi status warna kulit, nadi.
2.
DIAGNOSA AMI DAN GAGAL JANTUNG
a.
Nyeri akut berhubungan dengan agend
cedera biologis
b.
Penurunan curah jantung berhubungan
dengan perubahan frekuensi atau irama jantung
c.
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
3.
PERENCANAAN AMI DAN GAGAL JANTUNG
a. Nyeri akut b/d agend cedera biologis
|
INTERVENSI KEPERAWATAN
|
RASIONAL
|
|
Pantau nyeri (karakteristik, lokasi, intensitas, durasi), catat setiap
respon verbal/non verbal, perubahan hemo-dinamik
Berikan lingkungan yang tenang dan tunjukkan perhatian yang tulus kepada
klien.
Bantu melakukan teknik relaksasi
(napas dalam/perlahan, distraksi, visualisasi, bimbingan imajinasi)
Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi:
Antiangina seperti nitogliserin (Nitro-Bid, Nitrostat, Nitro-Dur)
Beta-Bloker seperti atenolol
(Tenormin), pindolol (Visken), propanolol (Inderal)
Analgetik seperti morfin,
meperidin (Demerol)
Penyekat saluran kalsium seperti
verapamil (Calan), diltiazem (Prokardia).
|
Nyeri adalah pengalaman subyektif yang tampil dalam variasi respon verbal
non verbal yang juga bersifat individual sehingga perlu digambarkan secara
rinci untuk menetukan intervensi yang tepat.
Menurunkan rangsang eksternal yang dapat memperburuk keadaan nyeri yang
terjadi.
Membantu menurunkan persepsi-respon nyeri dengan memanipulasi adaptasi
fisiologis tubuh terhadap nyeri.
Nitrat mengontrol nyeri melalui efek vasodilatasi koroner yang
meningkatkan sirkulasi koroner dan perfusi miokard.
Agen yang dapat mengontrol nyeri melalui efek hambatan rangsang
simpatis.(Kontra-indikasi: kontraksi miokard yang buruk)
Morfin atau narkotik lain dapat dipakai untuk menurunkan nyeri hebat pada
fase akut atau nyeri berulang yang tak dapat dihilangkan dengan
nitrogliserin.
Bekerja melalui efek vasodilatasi yang dapat meningkatkan sirkulasi
koroner dan kolateral, menurunkan preload dan kebu-tuhan oksigen miokard.
Beberapa di antaranya bekerja sebagai antiaritmia.
|
2.
Penurunan curah jantung berhubungan
dengan perubahan frekuensi atau irama jantung
|
INTERVENSI KEPERAWATAN
|
RASIONAL
|
|
Pantau TD, HR dan DN, periksa dalam keadaan baring, duduk dan berdiri
(bila memungkinkan)
Auskultasi adanya S3, S4 dan adanya murmur.
Auskultasi bunyi napas.
Berikan makanan dalam porsi kecil dan mudah dikunyah.
Kolaborasi pemberian oksigen
sesuai kebutuhan klien
Pertahankan patensi IV-lines/heparin-lok sesuai indikasi.
Bantu pemasangan/pertahankan paten-si pacu jantung bila digunakan.
|
Hipotensi dapat terjadi sebagai akibat dari disfungsi ventrikel,
hipoperfusi miokard dan rangsang vagal. Sebaliknya, hipertensi juga banyak
terjadi yang mungkin berhubungan dengan nyeri, cemas, peningkatan katekolamin
dan atau masalah vaskuler sebelumnya. Hipotensi ortostatik berhubungan dengan
komplikasi GJK. Penurunanan curah jantung ditunjukkan oleh denyut nadi yang
lemah dan HR yang meningkat.
S3 dihubungkan dengan GJK, regurgitasi mitral, peningkatan kerja
ventrikel kiri yang disertai infark yang berat. S4 mungkin berhubungan dengan
iskemia miokardia, kekakuan ventrikel dan hipertensi. Murmur menunjukkan
gangguan aliran darah normal dalam jantung seperti pada kelainan katup, kerusakan
septum atau vibrasi otot papilar.
Krekels menunjukkan kongesti paru yang mungkin terjadi karena penurunan
fungsi miokard.
Makan dalam volume yang besar dapat meningkatkan kerja miokard dan memicu
rangsang vagal yang mengakibatkan terjadinya bradikardia.
Meningkatkan suplai oksigen untuk kebutuhan miokard dan menurunkan
iskemia.
Jalur IV yang paten penting untuk pemberian obat darurat bila terjadi
disritmia atau nyeri dada berulang.
Pacu jantung mungkin merupakan tindakan dukungan sementara selama fase
akut atau mungkin diperlukan secara permanen pada infark luas/kerusakan
sistem konduksi.
|
- Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
|
INTERVENSI KEPERAWATAN
|
RASIONAL
|
|
Pantau HR, irama, dan perubahan TD sebelum, selama dan sesudah aktivitas
sesuai indikasi.
Tingkatkan istirahat, batasi
aktivitas
Anjurkan klien untuk menghindari peningkatan tekanan abdominal.
Batasi pengunjung sesuai dengan keadaan klinis klien.
Bantu aktivitas sesuai dengan keadaan klien dan jelaskan pola peningkatan
aktivitas bertahap.
Kolaborasi pelaksanaan program rehabilitasi pasca serangan IMA.
|
Menentukan respon klien terhadap aktivitas.
Menurunkan kerja miokard/konsumsi oksigen, menurunkan risiko komplikasi.
Manuver Valsava seperti menahan napas, menunduk, batuk keras dan mengedan
dapat mengakibatkan bradikardia, penurunan curah jantung yang kemudian
disusul dengan takikardia dan peningkatan tekanan darah.
Keterlibatan dalam pembicaraan panjang dapat melelahkan klien tetapi
kunjungan orang penting dalam suasana tenang bersifat terapeutik.
Mencegah aktivitas berlebihan; sesuai dengan kemampuan kerja jantung.
Menggalang kerjasama tim kesehatan dalam proses penyembuhan klien.
|
4.
EVALUASI
a. Nyeri akut
dapat diatasi.
b. Penurunan
curah jantung dapat diatasi.
c. Intoleransi
aktivitas dapat diatasi.
DAFTAR PUSTAKA
Doenges E. Marlynn.2000. Rencana Asuhan Keperawatan. EGC.
Jakarta
Herdman, T. Heather dkk (2014) Diagnosa Keperawatan : Definisi & Klasifikasi
2015-2017.
Jakarta EGC
Jakarta EGC
Hudak &
Gallo. 2002. Keperawatan Kritis. Edisi IV Vol. 1. Jakarta. ECG
Muttaqin,
Arif .2009. Askep Klien Dengan Gangguan Sistem Kariovaskuler. Jakarta: Salema
Medika
Medika
Price, Sylvia A, et al. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis
Proses- Proses Penyakit. Jakarta:
EGC
EGC
Smeltzer & Bare.2002.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah,
edisi 8.EGC, Jakarta
http://krisbudadharma.blogspot.co.id/2013/02/askep-gagal-jantung-kongestif-chf.html diakses
pada tanggal 8 september 2016 jam 16.40
http://eprints.ums.ac.id/22066/19/02._Naskah_Publikasi.pdf diakses
pada tanggal 8 september 2016 jam 16.41
No comments:
Post a Comment